"Terkadang hal-hal sederhana seperti senyuman,sapaan 'halo' itu jauh lebih baik daripada "idealisme-idealisme rohani" yang orientasinya adalah diri sendiri,punya maksud-maksud tertentu,tanpa/minim kasih dan yang tidak pernah di aplikasikan sehingga orang lain bosan & muak mendengarnya"

Wednesday, April 29, 2009

Empati Allah

Suatu malam, seseorang yang sedang kesusahan berdoa, "Bapa, Engkau tahu keadaan saya. Uang saya sudah menipis, sahabat saya sudah lama tidak peduli kepada saya.
Tugas-tugas menumpuk.Saya kesepian dan gadis yang selama ini saya dekati menolak saya. Bapa, Alkitab mengatakan bahwa Engkau sangat baik.
Namun, rasanya saya tidak mengalami hal itu. Jika Engkau baik, mengapa Engkau membiarkan saya begini ? sepertinya Engkau tidak bisa mengerti perasaan saya!

Pernahkah kita merasa sendirian dan berpikir seperti orang itu-bahwa Allah tidak mengerti penderitaan manusia?
Tidak, Allah kita pernah menjadi manusia hina, DIa bahkan pernah menjalani berbagai kesusahan yang tidak pernah kita bayangkan.
Dia lahir secara sangat sederhana di sebuah kandang. DIa pernah dihina sebagai anak haram,.
DIa pernah merasa lelah,lapar dan haus. Dia pernah difitnah dan disalah mengerti.
Dia pernah dikecewakan sahabat2Nya dan ditinggal sendirian di Getsemani.
DIa pernah disiksa begitu hebat sampai mati.

Jadi, sebaliknya Dia sangat mengerti bagaimana rasanya menjadi manusia..

dikutip dari renungan harian edisi tahunan