"Terkadang hal-hal sederhana seperti senyuman,sapaan 'halo' itu jauh lebih baik daripada "idealisme-idealisme rohani" yang orientasinya adalah diri sendiri,punya maksud-maksud tertentu,tanpa/minim kasih dan yang tidak pernah di aplikasikan sehingga orang lain bosan & muak mendengarnya"

Wednesday, May 13, 2009

Hidup Kudus

Bayangkan ada dua gelas dihadapan Anda. Yang satu terbuat dari kristal dengan ukiran cantik. Mahal, tetapi bagian dalamnya kotor dan berdebu.
Yang satu lagi gelas plastik murahan, tetapi dicuci bersih.

Jika anda ingin minum, mana yang akan anda pakai?
saya yakin anda memilih gelas yang murah, tetapi bersih!
Gelas semewah apapun, jika dalamnya kotor dan berdebu, menjadi tidak berguna.

Setiap anak Tuhan adalah "gelas kristal". Kristus telah menebus kita dengan darah yang mahal, sehingga kita menjadi milikNya yang sangat berharga.
Itu sebabnya Tuhan ingin memakai kita menjadi alat-Nya, untuk menyalurkan "air hidup" kepada orang-orang disekitar kita.
Namun, itu akan terhalang jika kita tidak rajin membersihkan "debu" yang mengotori hati dan hidup kita.

Agar dapat dipakai Tuhan, kita harus hidup dalam kekudusan. Tak membiarkan hawa nafsu mencemari dan menguasai hati.
Tuhan meminta kita menjadi kudus dalam seluruh aspek hidup.
Bukan hanya digereja, melainkan juga ditempat kerja dan dalam keluarga.
Kata "kudus" berarti terpisah atau berbeda. Hidup kita harus dipisahkan, dikhususkan untuk memuliakan Tuhan. Berbeda dari cara hidup duniawi.
Hidup kudus adalah keharusan, bukan pilihan.
Tuhan berfirman, "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus".

Adakah "kotoran" yang masih menempel di hati anda?Bentuknya bisa berupa dendam,amarah,nafsu yang merusak, niat jahat atau kebiasaan dosa yang terus dipelihara.
Kita harus sering membersihkan hati. Membuatnya tetap murni, agar Tuhan dapat terus memakai kita menjadi saluran berkat-Nya.
Sayang, jika kita hanya menjadi gelas kristal kotor, indah namun tak berguna. - JTI.

Sumber : Renungan Harian Edisi Tahunan