"Terkadang hal-hal sederhana seperti senyuman,sapaan 'halo' itu jauh lebih baik daripada "idealisme-idealisme rohani" yang orientasinya adalah diri sendiri,punya maksud-maksud tertentu,tanpa/minim kasih dan yang tidak pernah di aplikasikan sehingga orang lain bosan & muak mendengarnya"

Friday, June 5, 2009

Bagaimana Memelihara Keselamatan

Karya keselamatan bagi orang percaya yang terjadi 2000 tahun yang lalu merupakan suatu anugerah yang tidak ternilai harganya.
Lalu bagaimana respon kita terhadap karya keselamatan itu ?
Ya, kita harus menjaga dan memelihara keselamatan yang telah diberikan kepada kita dengan cuma-cuma.
setiap hari,setiap saat, kita harus terus menerus dan berusaha untuk memelihara karya keselamatan yang telah diberikan oleh Kristus,
karena apabila kita lengah dan terus bermain-main dengan dosa, maka keselamatan itu bisa lepas.
Jangan ditunda, mulailah dari sekarang !, karena hari esok mungkin akan terlambat ..


Bagaimana memelihara keselamatan :

1. Menghormati Roh Kudus, 1 Korintus 6:19-20,
19)Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu,
Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ?
20)Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.

2.Tetap Melekat Pada TUHAN
Mazmur 34:19
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Mazmur 91:14
"Sungguh hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya,
Aku akan membentenginya, sebab Ia mengenal namaKu..."

Mazmur 63:1-3
Mazmur Daud, ketika ia ada dipadang gurun Yehuda.
Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku akan mencari Engkau,jiwaku haus kepadaMu,
tubuhku rindu kepadaMu,
seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair...

3.Tetap Menghasilkan Buah
Yoh 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia, ia berbuah banyak,
Sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Gal 6:9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Sumber : Khotbah Mingguan