"Terkadang hal-hal sederhana seperti senyuman,sapaan 'halo' itu jauh lebih baik daripada "idealisme-idealisme rohani" yang orientasinya adalah diri sendiri,punya maksud-maksud tertentu,tanpa/minim kasih dan yang tidak pernah di aplikasikan sehingga orang lain bosan & muak mendengarnya"

Friday, October 23, 2009

Racun Po*nografi


Racun Por*ografi, oleh Gene McConnell
link asli : http://www.everystudent.com/wires/toxic.html
judul asli :Toxic Po*n, Toxic Sex:A Real Look at Po*nography


Po*nografi & kecanduan....s*x diluar konteks yang seharusnya
Pada malam hari yang dingin, tidak ada yang lebih baik dari pada menyalakan perapian.
Kamu dapat menyalakan api unggun untuk merasakan kenyamanan, kehangatan, relaks, dan suasana yang romantis. Sekarang, ambil sedikit api dari api unggun itu kemudian lemparlah ke tengah-tengah ruang tamu.
Maka, tiba-tiba api itu akan menjadi destruktif/merusak.
Api itu dapat membakar habis seluruh rumah beserta isinya dan membunuh semua orang yang ada didalamnya. Sex dapat disamakan seperti api.
Selama s*x itu diekspresikan dalam sebuah komitmen pernikahan yang kudus,
s*x itu sangat indah, hangat, dan romantis. Tapi p*rnografi menjadikan s*x keluar dari konteks yang seharusnya.


Sebuah Bisnis Besar
Po*nografi adalah sebuah bisnis besar yang bertujuan untuk menghasilkan banyak uang dan tanpa peduli bagaimana caranya.
Mereka akan menunjukkan kepadamu apa saja yang menurut mereka kamu akan kembali dan membeli lebih banyak.
" Ada 11 ribu video po*no tahun lalu dan 400 film hollywood yang di-release tahun lalu...[dan] 70 ribu website po*no."
(New York Times, May 20, 2001, "Naked Capitalists"

Image Po*no dari S*x
Salah satu bagian yang terpenting dari kesehatan rohani adalah
pengertian yang benar tentang siapa kita secara seksual.
Jika bagian itu telah tercemar, maka bagian yang penting tentang siapa kita akan ter-belokkan.
Po*nografi mengajarkan bahwa sex, cinta,dan keintiman, semuanya itu adalah hal yang sama.
Dalam po*nografi, orang-orang melakukan s*x dengan orang yang tak dikenal - orang-orang yang baru saja mereka ketemu.
Semuanya hanya untuk kepuasan saya, Tak peduli tubuh siapa yang saya gunakan, asalkan saya mendapatkannya.


Tentang Apa S*x Sebenarnya
Suatu hubungan yang sehat dibangun BUKAN berdasarkan sex, tetapi dengan komitmen, kepedulian, dan saling percaya. Dalam konteks itu, seperti api unggun, s*x itu indah. Bersama dengan sesorang yang mencintai dan menerima kamu, seseorang yang telah berkomitmen untuk hidup bersama dengan kamu untuk selama hidupnya, seseorang dimana kamu dapat memberikan dirimu seutuhnya, itulah yang akan membuat s*x begitu indah dan hangat.

Kebohongan Po*nografi
Kamu tidak dapat belajar tentang kebenaran sex dari po*nografi. Po*nografi BUKAN bertujuan untuk mendidik, tapi untuk menjual. Maka, po*nografi akan melakukan kebohongan apa saja untuk menarik dan menahan peminat mereka. Po*nografi tumbuh & berkembang berdasarkan kebohongan -- kebohongan tentang sex, wanita, pernikahan, dan banyak kebohongan lain.
Mari lihat beberapa kebohongan itu dan lihat bagaimana mereka menghancurkan kehidupan dan kepribadianmu.

Kebohongan #1 - Wanita itu rendah
Wanita-wanita didalam majalah Playboy disebut "kelinci", menjadikan mereka seperti hewan kecil yang lucu atau "playmates",membuat mereka seperti boneka.
Majalah penthouse menyebut mereka "pets(hewan piaraan)". Po*nografi seringkali menganggap wanita seperti hewan, mainan, atau body parts.
Beberapa po*nografi memperlihatkan hanya bagian tubuh dan tanpa memperlihatkan wajah sama sekali.

Kebohongan #2 - Wanita sama dengan "sport"
Beberapa majalah olahraga bermasalah dengan "pakaian renang". Ini seperti memberi kesan bahwa wanita hanyalah bentuk lain dari olahraga. Po*nografi memandang s*x sebagai sebuah permainan, kamu harus "menang", "taklukan", atau, "skor".
Pria-pria yang telah terbawa oleh pandangan ini suka berbicara tentang "scoring" dengan wanita. Mereka mulai menghakimi keperkasaan mereka dengan menanyakan berapa banyak "taklukan" yang telah mereka dapatkan.

Kebohongan #3 - Wanita sebagai "properti"
Kita sering melihat gambar-gambar mobil yang mulus & licin dengan gadis seksi menghiasinya. Seolah-olah mengandung pesan, "Beli satu, dan kamu dapat keduanya.
Po*nografi Hard-core bahkan "bergerak" lebih jauh. Menampilkan wanita-wanita seperti barang dagangan dalam sebuah katalog, meng-ekspos mereka seterbuka mungkin bagi pelanggan untuk melihat. Bukanlah sebuah kejutan kalau banyak pria muda berpikir jika mereka telah mengeluarkan sejumlah uang untuk mengajak seorang gadis keluar, mereka mempunyai hak untuk melakukan sex dengan gadis itu.
Po*nografi memberitahukan kepada kita kalau wanita bisa dibeli.

Kebohongan #4 - Nilai dari seorang wanita bergantung dari kemolekan tubuhnya
Dalam po*nografi, wanita yang kurang menarik akan dijadikan bahan ejekan. Mereka dipanggil dogs, whales, pigs atau bahkan lebih buruk, sederhana saja, karena mereka tidak sesuai dengan kriteria "perfect woman" yang diusung po*nografi. Po*nografi tidak peduli dengan kecerdasan atau kepribadian wanita, hanya tubuh mereka.

Kebohongan #5 - Wanita suka di-"permainkan"
"Ketika dia mengatakan tidak, dia bermaksud iya" adalah ciri tipikal dari skenario po*no.
Wanita ditunjukkan sedang diperkosa, berkelahi, dan dikasari pada mulanya, dan kemudian perlahan-lahan mulai menyukainya. Po*nografi mengajarkan pria untuk menikmati wanita dengan menyakiti & menyiksanya sebagai sebuah hiburan.

Kebohongan #6 - Wanita seharusnya direndahkan
Po*nografi seringkali menunjukkan kebencian terhadap wanita. Wanita diperlihatkan sedang disiksa dan dipermalukan dengan ratusan cara "gila" dan sedang memohon untuk lebih lagi. Apakah perlakuan seperti ini menunjukkan hormat/respek terhadap wanita? Adakah cinta didalamnya?
Bukankah po*nografi sedang mempromosikan kebencian & penghinaan terhadap wanita?

Kebohongan #7 - Illegal s*x menyenangkan
Po*nografi seringkali melibatkan elemen-elemen berbahaya untuk menjadikan s*x lebih "menarik". Po*nografi menunjukkan seolah-olah kamu tidak bisa menikmati s*x jikalau tidak aneh & berbahaya.

Kebohongan #8 - Pelacuran sama dengan kemewahan
Po*nografi menggambarkan sebuah pemandangan yang menyenangkan dari pelacuran.
Dalam kenyataannya, banyak wanita yang digambarkan dalam po*nografi adalah gadis-gadis pelarian yang terperangkap dalam kehidupan perbudakan. Beberapa telah diperlakukan dengan kejam. Beberapa yang lainnya ter-infeksi penyakit seksual menular yang tidak dapat disembuhkan dan seringkali meninggal diusia yang sangat muda. Beberapa memanfaatkan drugs sebagai pelarian.



Untuk membaca lebih lanjut, lebih detail atau dalam bahasa inggris, buka saja langsung dari sumber aslinya:http://www.everystudent.com/wires/toxic.html
Semoga bermanfaat.

2 comments:

Anonymous said...

Anak Tuhan sebaiknya tidak coba2 mengakses pornografi, karena pornografi bisa menyebabkan kecanduan. Susah untuk lepas, walaupun bertobat, kadang ada keinginan untuk mengaksesnya kembali. Saat mengakses pornografi akan timbul perasaan berdosa dan membuat kita jadi malas berdoa, membuat kita makin jauh dari Tuhan. Akhirnya adalah kebinasaan... jadi jangan mencoba... karena kita tidak sadar bahwa kenikmatan sesaat menempatkan kita ditempat yang licin... gampang tergelincir ke jurang dan hancur binasa. GBU.

Anonymous said...

Betul. Efeknya membuat jauh dari Tuhan. Tidak bisa fokus kepada hal-hal yang baik. Pelayanan tanpa roh. Hidup menjauh dari Tuhan.

Post a Comment