"Terkadang hal-hal sederhana seperti senyuman,sapaan 'halo' itu jauh lebih baik daripada "idealisme-idealisme rohani" yang orientasinya adalah diri sendiri,punya maksud-maksud tertentu,tanpa/minim kasih dan yang tidak pernah di aplikasikan sehingga orang lain bosan & muak mendengarnya"

Thursday, June 6, 2013

Wajib Militer di Indonesia


Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan (RUU Komcad) sekarang ramai dibicarakan karena menyangkut kewajiban masyarakat sipil untuk ikut pelatihan militer. Jadi undang-undang ini semacan aturan wajib militer seperti yang diterapkan di Jepang, Korsel, dan Singapura. Lalu dimana letak pertimbangan tentang pentingnya UU ini diberlakukan.


Banyak yang menilai bahwa produk RUU belum terlalu penting untuk diterapkan di Indonesia. Banyak yang menilai wajib militer tak mungkin diberlakukan di negara sebesar Indonesia. Selain infrastruktur pendukungnya yang belum siap, menilai faktor geografis luas wilayah Indonesia juga menjadi hambatan tersendiri. Wilayah yang terlalu luas dan jumlah penduduk besar juga menjadi tantangan untuk diwajibkan ikut pendidikan militer.

Pada Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan yang diwajibkan untuk ikut serta pertama kali adalah Pegawai Negeri Sipil, Buruh/ pekerja yang telah memenuhi persyaratan. Pertimbangan lain selain infrastruktur adalah kondisi Indonesia yang tidak dalam keadaan perang alias lagi damai-damai saja.

Ini merupakan pertimbangan krusial, karena Negara-negara yang menetapkan wamil bagi warganya selain karena penduduk sedikit juga karena status Negara dalam keadaan perang atau dalam keadaan terancam. Contoh adalah Korea Selatan yang statusnya dengan Korut adalah sedang berperang, meskipun masih dalam konteks genjatan senjata. Kemudian Jepang yang juga bertetangga dengan Korut, sehingga rawan terjadinya konflik militer dengan korut.


Sumber

 Jadi, bagaimana pendapat mu ?


No comments:

Post a Comment